PostHeaderIcon Gebyar Budaya SMP PGRI 2 Denpasar Kuatkan pendidikan karakter dan bangun jiwa kewirausahaan

Denpost, 22 Mei 2018

Sumerta, Denpost
Bicara soal pendidikan karakter, SMP PGRI 2 Denpasar(Grisda), adalah gudangnya. Para siswa SMP PGRI 2 Denpasar disiapkan menjadi Sumber Daya Manusia(SDM) Bali yang handal dan berkarakter. Dua ribu lebih siswa sekolah itu terlibat dalam Gebyar Budaya Senin(21/5) kemarin.
Gebyar Budaya menjadi Trademark(program unggulan) SMP PGRI 2 Denpasar, selain Grisda Computer Competition(GCC), Grisda Art Competition, dan Grisda Nawanatya. Salah satu mata lomba yang paling meriah dalam Gebyar Budaya adalah lomba ngelawar dan sate lilit.
Yang istimewa, Gebyar Budaya kali ini juga dirangkai dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional dan kreativitas siswa. Gebyar Budaya ditandai dengan adanya pemukulan kulkul. Saat itu, Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar, Drs. AA. Gede Wiratama, M.Ag, didampingi camat Denpasar Timur, I Dewa Made Puspawan, Lurah Sumerta, I Made Triana; Ketua Provinsi YPLP PGRI Denpasar, Drs. Nengah Madiadnyana, M.M. Bendahara PGRI Kota Denpasar, Drs. Ketut Suarya, M.Pd, dan pembina SMP PGRI 2 Denpasar, Wayan Murah, mengamati siswa ngelawar didampingi Kepala SMP PGRI 2 Denpasar, Dr. I Gede Wenten Aryasudha, M.Pd.
Menumbuhkan rasa nasionalisme saat itu juga didemonstrasikan atraksi ekstrakurikuler pramuka, paskibra, jurnalistik dan PMR. Ketua OSIS SMP PGRI 2 Denpasar, Ni Putu Denina Ning Permana, mengungkapkan lomba yang digelar dalam Gebyar Budaya ini diantaranya membuat jajan cacalan dan majejahitan, serta lukis kaligrafi Hindu
diisi dengan fashion show(pakaian adat ke Pura), karate, silat, dance, yoga, tari sekar jempiring, janger, dan musik modern.
Gebyar budaya itu, menurut Gede Wenten Aryasudha, sebagai implementasi dari visi sekolah menjadi sekolah unggul berlandaskan agama dan budaya berwawasan lingkungan. Ini pas juga dengan visi Denpasar sebagai kota berwawasan budaya.
Aryasudha ingin menguatkan pendidikan karakter di kalangan siswa diantaranya terbangunnya rasa persaudaraan dan kebersamaan siswa, guru, dan karyawan. Lomba ngelawar juga dimaksud untuk membekali keterampilan siswa dalam membuat masakan Bali. Lawar bukan saja kini untuk dikonsumsi sehari-hari dan dipakai untuk sarana banten, namun bisa dijadikan usaha produktif menjadi pengusaha muda di bidang lawar.
Kabid pembinaan SMP, AA Gede Wiratama dan Camat Denpasar Timur, Dewa Made Puspawan, mengacungkan jempol dengan kegiatan anak-anak SMP PGRI 2 Denpasar yang juga warga Kota Denpasar. Mereka ini diarahkan secara benar menjadi SDM yang cerdas secara intelektual, emosional, sosial dan spiritual.
Ketua YPLP PGRI Denpasar, Nengah Madiadnyana, dengan bangganya mengatakan SMP PGRI 2 Denpasar penuh kreatif dan pantas menjadi sekolah unggulan PGRi di Denpasar, bahkan di Bali. Dia mengungkapkan melalui kegiatan itu SMP PGRI 2 Denpasar ikut berperan memperkuat ajeg Bali dan pengembangan karakter siswa.(a/123)