PostHeaderIcon SMP PGRI 2 Denpasar dinilai tim PKTP

Bali Post, Rabu Pon, 01 Agustus 2018
SMP PGRI 2 Denpasar dinilai tim PKTP
Nyonya Selly Mantra puji siswa Grisda pintar soal kanker
SMP PGRI 2 Denpasar kini sedang naik daun. Hampir semua program pemerintah diaplikasikan dengan menggunakan model di sekolah ini. Seperti program polisi masuk sekolah, jaksa masuk sekolah dan kini sebagai duta Denpasar Timur pada lomba penanggulangan kanker terpadu paripurna(PKTP) tingkat Kota Denpasar.
Selasa(31/7) kemarin, SMP PGRI 2 Denpasar dinilai oleh tim penilai PKTP. Yang istimewa penilaian langsung dilakukan ketua tim penilai dan ketua YKI Nyonya I.A. Selly Dharmawijaya Mantra. Begitu tiba di depan sekolah, tim sudah disambut dengan paduan suara dan yel=yel PKTP SMP PGRI 2 Denpasar alias Grisda.
Kedatangan tim disambut Kepala SMP PGRI 2 Denpasar Dr. Drs. I Gede Wenten Aryasuda, M.Pd,. Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M., dan camat Dentim Dewa Puspawan, S.IP. Nyonya Selly Mantra langsung menguji wawasan siswa Grisda yang memamerkan berbagai olahan tanaman obat menjadi loloh, obat, puding hingga makanan lainnya. Mendengar penjelasan yang benar dan lengkap, Nyonya Selly Mantra didampingi Kadiskes Denpasar dr Luh Putu Sri Armini, M.M., memuji anak-anak Grisda sangat pintar soal kanker dan pencegahannya.
Kasek Wenten Aryasuda menegaskan, setiap mengikuti lomba warga sekolah selalu menyiapkan diri dengan baik sehingga tampil allout dan penuh percaya diri. Di ajang tersebut siswa SMP PGRI 2 Denpasar juga menampilkan hidangan serta obat herbal dari buah lokal yang bisa dipakai mencegah berbagai jenis kanker. Diantaranya jus buah naga, jamu tradisional alias loloh, makanan dari daun kelor, puding dan jus daun pepaya. Menariknya, semua temuan itu diperkuat dengan hasil penelitian oleh siswa yang tergabung dalam ekstra KIR dan dipaparkan lewat media oleh ekstra jurnalistik. Semua hasil olahan siswa bermanfaat untuk mencegah kanker prostat, kanker payudara, stroke dan jantung.
Menurutnya, siswanya secara mandiri sudah melakukan upaya pencegahan terhadap kanker. Mereka selain menjadi juru tutor teman sebayadi kelas, juga menjadi panutan di rumah dan di masyarakat baik dalam penanaman obat(toga) maupun kampanye ati rokok. "Setiap siswa wajib mampu menciptakan keluarga tanpa rokok," tegas Aryasuda yang juga Ketua PGRI Bali.
Salah satu keunggulan sekolah ini yakni memiliki kantin sekolah diawasi secara ketat, sehingga tak sampai beredar makanan yang bisa menyebabkan kanker. Para siswa dan guru juga giat meneliti soal kanker dan penyembuhannya. Program PKTP juga diterjemahkan dalam bentuk baca puisi, sosialisasi lewat majalah dinding, penyuluhan dan simulasi PKTP, pengolahan sampah serta penegakan disiplin.
PKTP pun disinergiskan dengan program "Pemkot Bersih" dan pola hidup sehat dari Diskes. Sekolah ini memiliki tiga program unggulan, yakni Gebyar Budaya, Grisda Art Competition, Grisda Computer Competition dan pasraman. Semua diarahkan guna mencapai visi sekolah yakni unggul dalam akademis berbasiskan agama dan budaya.
Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar, Nengah Madiadnyana mengaku bangga sekolah PGRI banyak dipilih menjadi duta lomba. Ini menandakan sekolah PGRI berkualitas dan dipercaya masyarakat.(ad1723)