Home

PostHeaderIcon Selamat Datang Di SMP PGRI 2 Denpasar

PostHeaderIcon OSIS Grisda terinspirasi selamatkan seni tradisi kuno

Bali Post
Minggu Kliwon, 24 Juni 2018

OSIS SMP PGRI 2 Denpasar atau yang lebih dikenal dengan sebutan Grisda banyak melahirkan peminpin masa depan. Banyak pengurus OSIS Grisda menjadi dokter dan diterima di Unud berkat pengalaman berorganisasi di OSIS.
Kini, pengurus OSIS Grisda 2018-2019 dipercayakan kepada Cokorda Gede Darma Dananjaya Susila. Pembekalan bagi 67 anggota OSIS baru dilakukan mulai Jumat lalu hingga Senin(25/6) besok. Mereka diberikan ceramah soal kepemimpinan, masalah narkoba dan kenakalan remaja kewirausahaan, dan manajemen organisasi. Usai pembekalan, mereka diajak matirtayatra ke sejumlah Pura di Bali Barat.
Cok Gede Darma Susila Dananjaya yang dikenal aktivis di sekolah ini dengan penuh keyakinan berjanji membawa gerbong OSIS Grisda lebih kreatif lagi. Dia tetap melanjutkan program unggulan sekolah ini yakni Grisda Art Competition, Grisda Computer Competition(GCC), Gebyar Budaya dan pesraman kilat dengan berbagai penyempurnaan. Salah satu ide besarnya adalah membuat lomba video antar siswa se-Bali dengan merekam seni tradisi kuno Bali.
Lomba ini terinspirasi dari keinginannya agar siswa Bali terjun langsung ke masyarakat merekam dan membuatnya dalam bentuk karya jurnalistik dan televisi. "Tak perlu panjang-panjang, cukup berdurasi lima menit," ujarnya Sabtu (23/6) kemarin.
Ide ini muncul karena banyak seni tradisi kuno Bali yang masih hidup dan perlu dilestarikan. Hal ini juga perlu diketahui anak muda Bali dan berani melestarikan budaya Bali. Makanya di ajang GCC dan Grisda Art Competition akan diselipkan lomba tersebut.
Sebelum menjadi ketua OSIS, Cok Gede Darma Dananjaya Susila menjabat sebagai Wakil II OSIS Grisda dan ketua bidang keamanan di Forkom OSIS Kota Denpasar. Makanya anak bungsu pasangan Cok Susila dan A.A. Widianti(almh.) ini juga dikenal ramah dengan siswa lain.
Pembina OSIS Grisda I Nyoman Rudeg Mardika dan Wakasek Kesiswaan I Made Yudana, S.Pd., mendukung semua ide OSIS yang bernuansa kreatif dan inovatif. Itulah yang diharapkan Bali ke depan, selain memang pas dengan visi dan misi sekolah ini berbasiskan budaya. Bahkan, pengurus OSIS juga dibekali ilmu kewirausahaan.
Soal kewirausahaan Kabid Bina Program Disdikpora Denpasar. Drs. I Made Merta, M.Si,  memberi penekanan pentingnya menguasai keterampilan bidang event organizer(EO). Saat ini, bisnis ini sangat prospektif. Modal dan semangat itu dimulai dari keterlibatan di OSIS.
Kepala SMP PGRI 2 Denpasar, Dr. Drs. I Gede Wenten Aryasudha, M.Pd., menambahkan apa yang direncanakan pengurus OSIS baru adalah bentuk pendidikan kreatif di sekolah, sekaligus membuktikan bahwa ajang GCC, Grisda Art Competition dan Gebyar Budaya bermanfaat bagi masyarakat dan mampu  membangkitkan kreatifitas anak muda. Semua pengurus OSIS diberi kesempatan menyampaikan pendapat demi kemajuan dan nama baik sekolah. Termasuk usulan lomba video seni tradisi Bali Kuno patut didukung. Dengan model lomba ini siswa langsung terlibat di lapangan upaya pelestarian.
Model pendidikan penuh kasih sayang di SMP PGRI 2 Denpasar ini yang membuat masyarakat Kesiman, Sumerta dan Penatih mempercayakan pendidikan putra-putrinya di sekolah ini. Selain dikenal pengalaman mengelola pendidikan puluhan tahun, sekolah ini menjadi sekolah Adi Wiyata(lingkungan), sekolah sehat, sekolah budaya, dan sekolah unggulan YPLP PGRI Kota Denpasar. (025)

 

PostHeaderIcon Gebyar Budaya SMP PGRI 2 Denpasar Kuatkan pendidikan karakter dan bangun jiwa kewirausahaan

Denpost, 22 Mei 2018

Sumerta, Denpost
Bicara soal pendidikan karakter, SMP PGRI 2 Denpasar(Grisda), adalah gudangnya. Para siswa SMP PGRI 2 Denpasar disiapkan menjadi Sumber Daya Manusia(SDM) Bali yang handal dan berkarakter. Dua ribu lebih siswa sekolah itu terlibat dalam Gebyar Budaya Senin(21/5) kemarin.
Gebyar Budaya menjadi Trademark(program unggulan) SMP PGRI 2 Denpasar, selain Grisda Computer Competition(GCC), Grisda Art Competition, dan Grisda Nawanatya. Salah satu mata lomba yang paling meriah dalam Gebyar Budaya adalah lomba ngelawar dan sate lilit.
Yang istimewa, Gebyar Budaya kali ini juga dirangkai dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional dan kreativitas siswa. Gebyar Budaya ditandai dengan adanya pemukulan kulkul. Saat itu, Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar, Drs. AA. Gede Wiratama, M.Ag, didampingi camat Denpasar Timur, I Dewa Made Puspawan, Lurah Sumerta, I Made Triana; Ketua Provinsi YPLP PGRI Denpasar, Drs. Nengah Madiadnyana, M.M. Bendahara PGRI Kota Denpasar, Drs. Ketut Suarya, M.Pd, dan pembina SMP PGRI 2 Denpasar, Wayan Murah, mengamati siswa ngelawar didampingi Kepala SMP PGRI 2 Denpasar, Dr. I Gede Wenten Aryasudha, M.Pd.
Menumbuhkan rasa nasionalisme saat itu juga didemonstrasikan atraksi ekstrakurikuler pramuka, paskibra, jurnalistik dan PMR. Ketua OSIS SMP PGRI 2 Denpasar, Ni Putu Denina Ning Permana, mengungkapkan lomba yang digelar dalam Gebyar Budaya ini diantaranya membuat jajan cacalan dan majejahitan, serta lukis kaligrafi Hindu
diisi dengan fashion show(pakaian adat ke Pura), karate, silat, dance, yoga, tari sekar jempiring, janger, dan musik modern.
Gebyar budaya itu, menurut Gede Wenten Aryasudha, sebagai implementasi dari visi sekolah menjadi sekolah unggul berlandaskan agama dan budaya berwawasan lingkungan. Ini pas juga dengan visi Denpasar sebagai kota berwawasan budaya.
Aryasudha ingin menguatkan pendidikan karakter di kalangan siswa diantaranya terbangunnya rasa persaudaraan dan kebersamaan siswa, guru, dan karyawan. Lomba ngelawar juga dimaksud untuk membekali keterampilan siswa dalam membuat masakan Bali. Lawar bukan saja kini untuk dikonsumsi sehari-hari dan dipakai untuk sarana banten, namun bisa dijadikan usaha produktif menjadi pengusaha muda di bidang lawar.
Kabid pembinaan SMP, AA Gede Wiratama dan Camat Denpasar Timur, Dewa Made Puspawan, mengacungkan jempol dengan kegiatan anak-anak SMP PGRI 2 Denpasar yang juga warga Kota Denpasar. Mereka ini diarahkan secara benar menjadi SDM yang cerdas secara intelektual, emosional, sosial dan spiritual.
Ketua YPLP PGRI Denpasar, Nengah Madiadnyana, dengan bangganya mengatakan SMP PGRI 2 Denpasar penuh kreatif dan pantas menjadi sekolah unggulan PGRi di Denpasar, bahkan di Bali. Dia mengungkapkan melalui kegiatan itu SMP PGRI 2 Denpasar ikut berperan memperkuat ajeg Bali dan pengembangan karakter siswa.(a/123)

 

PostHeaderIcon SMP PGRI 2 Denpasar dinilai tim PKTP

Bali Post, Rabu Pon, 01 Agustus 2018
SMP PGRI 2 Denpasar dinilai tim PKTP
Nyonya Selly Mantra puji siswa Grisda pintar soal kanker
SMP PGRI 2 Denpasar kini sedang naik daun. Hampir semua program pemerintah diaplikasikan dengan menggunakan model di sekolah ini. Seperti program polisi masuk sekolah, jaksa masuk sekolah dan kini sebagai duta Denpasar Timur pada lomba penanggulangan kanker terpadu paripurna(PKTP) tingkat Kota Denpasar.
Selasa(31/7) kemarin, SMP PGRI 2 Denpasar dinilai oleh tim penilai PKTP. Yang istimewa penilaian langsung dilakukan ketua tim penilai dan ketua YKI Nyonya I.A. Selly Dharmawijaya Mantra. Begitu tiba di depan sekolah, tim sudah disambut dengan paduan suara dan yel=yel PKTP SMP PGRI 2 Denpasar alias Grisda.
Kedatangan tim disambut Kepala SMP PGRI 2 Denpasar Dr. Drs. I Gede Wenten Aryasuda, M.Pd,. Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M., dan camat Dentim Dewa Puspawan, S.IP. Nyonya Selly Mantra langsung menguji wawasan siswa Grisda yang memamerkan berbagai olahan tanaman obat menjadi loloh, obat, puding hingga makanan lainnya. Mendengar penjelasan yang benar dan lengkap, Nyonya Selly Mantra didampingi Kadiskes Denpasar dr Luh Putu Sri Armini, M.M., memuji anak-anak Grisda sangat pintar soal kanker dan pencegahannya.
Kasek Wenten Aryasuda menegaskan, setiap mengikuti lomba warga sekolah selalu menyiapkan diri dengan baik sehingga tampil allout dan penuh percaya diri. Di ajang tersebut siswa SMP PGRI 2 Denpasar juga menampilkan hidangan serta obat herbal dari buah lokal yang bisa dipakai mencegah berbagai jenis kanker. Diantaranya jus buah naga, jamu tradisional alias loloh, makanan dari daun kelor, puding dan jus daun pepaya. Menariknya, semua temuan itu diperkuat dengan hasil penelitian oleh siswa yang tergabung dalam ekstra KIR dan dipaparkan lewat media oleh ekstra jurnalistik. Semua hasil olahan siswa bermanfaat untuk mencegah kanker prostat, kanker payudara, stroke dan jantung.
Menurutnya, siswanya secara mandiri sudah melakukan upaya pencegahan terhadap kanker. Mereka selain menjadi juru tutor teman sebayadi kelas, juga menjadi panutan di rumah dan di masyarakat baik dalam penanaman obat(toga) maupun kampanye ati rokok. "Setiap siswa wajib mampu menciptakan keluarga tanpa rokok," tegas Aryasuda yang juga Ketua PGRI Bali.
Salah satu keunggulan sekolah ini yakni memiliki kantin sekolah diawasi secara ketat, sehingga tak sampai beredar makanan yang bisa menyebabkan kanker. Para siswa dan guru juga giat meneliti soal kanker dan penyembuhannya. Program PKTP juga diterjemahkan dalam bentuk baca puisi, sosialisasi lewat majalah dinding, penyuluhan dan simulasi PKTP, pengolahan sampah serta penegakan disiplin.
PKTP pun disinergiskan dengan program "Pemkot Bersih" dan pola hidup sehat dari Diskes. Sekolah ini memiliki tiga program unggulan, yakni Gebyar Budaya, Grisda Art Competition, Grisda Computer Competition dan pasraman. Semua diarahkan guna mencapai visi sekolah yakni unggul dalam akademis berbasiskan agama dan budaya.
Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar, Nengah Madiadnyana mengaku bangga sekolah PGRI banyak dipilih menjadi duta lomba. Ini menandakan sekolah PGRI berkualitas dan dipercaya masyarakat.(ad1723)

 

PostHeaderIcon Wakili Dentim, UKS SMP PGRI 2 Denpasar Dinilai

Denpasar Post, Selasa, 14 Agustus 2018
Wakili Dentim, UKS SMP PGRI 2 Denpasar Dinilai
Sumerta, Denpost
Mewakili Kecamatan Denpasar Timur dalam lomba Unit Kesehatan Sekolah(UKS) tingkat Kota Denpasar tahun 2018, UKS di SMP PGRI 2 Denpasar dinilai tim UKS Kota Denpasar di sekolah setempat Senin(13/8) kemarin. Rombongan tim yang dipimpin Tri Indarti didampingi Camat Dentim, Dewa Made Puspawan dan lurah Sumerta, Made Tirana, diterima Kepala SMP PGRI 2 Denpasar, I Gede Wenten Aryasuda, bersama para guru dan siswa.
Ketua tim UKS Kota Denpasar, Tri Indarti, mengatakan penilaian UKS ini terdiri dari ruangan-ruangan fisik, halaman termasuk sarana dan prasarana, kantin sekolah, ruangan UKS, kegiatan-kegiatan UKS, manajemen UKS dan teknik penyuluhan UKS dari para siswa. "Trias UKS ini ada pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan kesehatan lingkungan, kata Tri Indarti.
Sementara Camat Dentim, Dewa Made Puspawan, menyatakan SMP PGRI 2 Denpasaryang menjadi duta Kecamatan Denpasar dalam lomba UKS tingkat Kota Denpasar ditunjuk berdasarkan informasi, pembinaan dan pengamatan bahwa sekolah ini paling siap dinilai dalam lomba UKS. "Kami juga melihat seluruh komponen yang ada di SMP PGRI 2 Denpasar, termasuk kepala sekolah yang begitu semangat dan guru-guru serta para siswa, sehingga kami menunjuk SMP PGRI 2 Denpasar ini mewakili Kecamtan Denpasar Timur dalam lomba UKS tingkat kota Denpasar", katanya,
Puspawan mengharapkan dengan adanya lomba UKS tersebut komponen sekolah yakni guru dan siswa serta masyarakat mengerti dengan pemahaman tentang keshatan. "Kami berharap anak-anak, guru dan komponen di sekolah paham akan arti pentingnya kesehatan. Dengan ilmu yang didapatkan si sekolah. Pembinaan di sekolah dan pemahaman tentang kesehatan di sekolah bisa disebarluaskan ke lingkungan keluarga maupun lingkungan sekitarnya", katanya.
Kepala SMP PGRI 2 Denpasar, I Gede Wenten Aryasuda, mengungkapkan dengan ditunjuknya SMP PGRI 2 Denpasar mewakili Kecamatan Denpasar Timur dalam lomba UKS diharapkan siswa memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk berperilaku hidup sehat serta mampu berpartisipasi aktif dalam usaha peningkatan kesehatan dan memiliki daya tangkal yang kuat terhadap hal-hal yang mengganggu kesehatan. Dalam program UKS, pelayanan kesehatan lebih difokuskan pada upaya promotif dan preventif dengan bantuan teknis guru pembina UKS, guru penjaskes, guru BK dan kader kesehatan sekolah(KKR). Untuk siswa yang tergabung dalam KKR telah banyak membantu sekolah dalam rangka mewujudkan pola hidup sehat", tandasnya(a/112)

 

PostHeaderIcon Tetap Penting

Bali Post, Senin, Wage, 09 April 2018
FIGUR
Tetap Penting
Nilai Ujian Nasional(UN) tidak lagi menjadi penentu kelulusan siswa dari jenjang satuan pendidikan. Penentuan lulus tidaknya seorang siswa sepenuhnya menjadi hak atau wewenang dewan guru di masing-masing sekolah. Kendati demikian, pihak sekolah tetap tidak bisa berleha-leha dan wajib mempersiapkan siswa-siswanya dengan optimal agar mereka bisa meraih nilai UN yang memuaskan. Penyelenggaraan UN dinilai tetap penting, mengingat nilai UN akan dipergunakan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikkan yang lebih tinggi. Sebagai contoh, siswa SMP yang meraih nilai UN tinggi dipastikan bisa meraih "tiket" untuk bisa diterima di SMA/SMK favorit yang diidam-idamkannya

Last Updated ( Tuesday, 17 April 2018 18:52 )

Read more...

 

<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>

Page 1 of 4

CB Online
None
Calendar Clock

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

Powered By therelax.com